RSS

Manajemen penggunaan dana bank(manajemen aktiva)

PENEMPATAN PADA BANK LAIN DAN PENEMPATAN SURAT BERHARGA

Penggunaan Dana
(1) Non‐Earning Assets (UnloanableFund= Aktiva Tidak
Produktif = yang tidak Menghasilkan)
Non-Earning Assets atau disebut juga unloanable funds
(aktiva tidak produktif) disini adalah alokasi dana yang
tidak menghasilkan pendapatan bagi bank:
a) Primary Reserve
• Saldo Kas
• Saldo Kas pada Bank Indonesia
b) Aktiva tetap dan Inventaris
• Pengadaan/pembelian aktiva tetap,
seperti:
o Aktiva Tidak Bergerak (tanah,
gedung, rumah dinas, dll)
o Aktiva Bergerak (kendaraan,
computer, inventaris kantor, dll)
• Persediaan barang habis sekali pakai
o Barang cetakan
o Kertas fotocopy, paper clips,dll
(2) Earning Assets (LoanableFund= Aktiva Produktif = yang
Menghasilkan)
Earning assets atau disebut dengan loanable funds
(aktiva produktif) yang dimaksudkan disini adalah
semua penggunaan dana dalam rupiah dan valuta
asing yang ditujukan untuk komersial, menghasilkan
pendapatan bagi bank sesuai dengan fungsi
alokasinya, dengan rincian sebagai berikut:
a) Secondary reserve
• Penempatan pada Bank Indonesia
• Giro pada bank lain
• Penempatan dana pada bank lain
• Surat berharga yang dimilikinya
b) Kredit yang diberikan
c) Pendapatan yang masih akan diterima
d) Biaya dibayar dimuka
e) Tagihan dan kewajiban akseptasi
f) Investasi
2. Dilihat dari Sisi Prioritas Penggunaan (Use of Funds by Priority)

a) Prioritas Pertama : Penggunaan dana untuk primary reserve
Prioritas pertama ini digunakan untuk memenuhi kewajiban
pemeliharaan/penyediaan likuiditas wajib minimum untuk
keperluan operasi bank sehari‐hari termasuk untuk memenuhi
semua penarikan simpanan dan permintaan kredit oleh
nasabah. Disamping itu primary reserve ini digunakan untuk
menyelesaikan kliring antar bank dan kewajiban lainnya yang
harus segera dibayar. Primary reserve ini terdiri dari:
• Uang kas yang ada dalam bank
• Saldo rekening pada bank sentral,dan bank-bank
lainnya
• Warkat-warkat yang ada dalam proses penagihan
b) Prioritas Kedua : Penggunaan dana untuk secondary reserve
c) Prioritas Ketiga : Penggunaan dana untuk Loan
d) Prioritas Keempat: Penggunaan dana untuk Investasi

Sumber : http://esutomo.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/11327/VII+Sumber+Dan+Penggunaan+Dana+Bank.pdf

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 30, 2011 in Uncategorized

 

Management Sumber Dana Bank( Management Pasiva ) Komponen (Gambaran Umum Management Sumber Dana Bank,Giro,Tabungan,Deposito,Hutang jangka Pendek,Hutang Jangka Panjang,Modal)

Management Sumber Dana Bank( Management Pasiva ) Komponen (Gambaran Umum Management Sumber Dana Bank,Giro,Tabungan,Deposito,Hutang jangka Pendek,Hutang Jangka Panjang,Modal) Di Uraikan Masing Pengertiannya.
Manajemen Sumber Daya Bank (Manajemen Pasiva Bank)

Manajemen Pasiva adalah Suatu proses dimana bank berusaha mengembangkan sumber-sumber dana yang non tradisional melalui pinjaman di pasar uang atau dengan menerbitkan instrumen utang untuk digunakan secara menguntungkan terutama untuk memenuhi permintaan kredit. Pendekatan manajemen pasiva dalam perbankan dewasa ini adalah berkaitan erat dengan sisi penggunaannya di sisi assets, jadi tidak dapat dipisahkan antara bagaimana mendapatkan dana dari pihak ketiga dan kemudian mengoptimalkan dana yang dihimpun tersebut untuk mendapatkan keuntungan bagi bank.
Sisi passiva dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian utama, yaitu : dana pihak pertama yang bersal dari pemilik dan laba bank, dana pihak kedua yang dapt diperoleh melalui pasar uang serta dana pihak ketiga yaitu dana yang bersal dari masyarakat berupa giro, tabungan, deposito berjangka, sertifikat deposito, setoran jaminan serta kewajiban lainnya yang segera dibayar.
# Gambaran Umum Kegiatan Usaha Bank
* Menghimpin Dana (Funding)
Kegiatan ini merupakan kegiatan membeli dana dari masyarakat dengan menawarkan berbagai jenis simpanan
* Menyalurkan Dana (Leanding)
Kegiatan ini merupakan kegiatan menjual dana yang berhasil dihimpun dari masyarakat melalui pemberian pinjaman (kredit)
* Memberikan Jasa-Jasa Lain (Service)
Kegiatan penunjang untuk mendukung kelancaran kegiatan.
# Pengertian Dan Sifat Dana Bank
Dana Bank adalah Sejumlah uang yang dimiliki dan dikuasai bank dalam kegiatan operasionalnya.
# Sifat Dari Sumber Dana
* Loanable funds
Dana tersebut dapat disalurkan lagi dalam bentuk kredit atau surat berharga.
* Unloanable funds
Dana yang hamya bias digunakan sebagai primary reserve.
* Equity funds
Dana yang dapat dialokasikan terhadap aktiva tetap.
# Sumber Dana Bank :
* Dana Intern adalah Dana yang bersumber dari dalam bank.
Contoh: modal inti ,, Modal pelengkap
* Dana Ektern adalah dana yang berasal dari masyarakat luas.
Contoh: Giro ,, Tabungan(Saving deposit) ,, Deposito
* Dana yang bersumber dari lembaga lainnya.
Contoh: Pinjaman antar bank Pinjaman dari bank-bank luar negeri.
# Komponen Umum Manajemen Sumber Dana Bank
* Giro adalah suatu istilah perbankan untuk suatu cara pembayaran yang hampir merupakan kebalikan dari sistem cek. Suatu cek diberikan kepada pihak penerima pembayaran (payee) yang menyimpannya di bank mereka, sedangkan giro diberikan oleh pihak pembayar (payer) ke banknya, yang selanjutnya akan mentransfer dana kepada bank pihak penerima, langsung ke akun mereka.
Perbedaan tersebut termasuk jenis perbedaan sistem ‘dorong dan tarik’ (push and pull). Suatu cek adalah transaksi ‘tarik’: menunjukkan cek akan menyebabkan bank penerima pembayaran mencari dana ke bank sang pembayar yang jika tersedia akan menarik uang tersebut. Jika tidak tersedia, cek akan “terpental” dan dikembalikan dengan pesan bahwa dana tak mencukupi. Sebaliknya, giro adalah transaksi ‘dorong’: pembayar memerintahkan banknya untuk mengambil dana dari akun yang ada dan mengirimkannya ke bank penerima pembayaran sehingga penerima pembayaran dapat mengambil uang tersebut. Karenanya, suatu giro tidak dapat “terpental”, karena bank hanya akan memproses perintah jika pihak pembayar memiliki daya yang cukup untuk melakukan pembayaran tersebut. Namun ini juga berarti pihak pembayar tidak mendapatkan keuntungan dari “float”.
# Definisi utang menurut FASB, concepts No. 3 adalah:
Pengorbanan manfaat ekonomi di masa yang akan datang yang mungkin terjadi akibat kewajiban suatu badan usaha pada masa kini untuk mentransfer aktiva atau menyediakan jasa pada badan usaha lain di masa yang akan datang sebagai akibat transaksi atau kejadian di masa lalu.
* Utang Dikelompokkan Menjadi Dua, Yaitu:
1. utang jangka pendek
2. utang jangka panjang
Pengelompokkan utang didasarkan pada jangka waktu pembayaran utang. Namun siklus usaha perusahaan berbeda-beda, batasan yang digunakan berubah (Baridwan, 2000):
* Utang Jangka Panjang
Hutang jangka panjang adalah kewajiban kepada pihak tertentu yang harus dilunasi dalam jangka waktu lebih dari satu perioda akuntansi (1 th) dihitung dari tanggal pembuatan neraca per 31 Desember. Pembayaran dilakukan dengan kas namun dapat diganti dengan asset tertentu. Dalam operasional normal perusahaan, rekening hutang jangka panjang tidak pernah dikenai oleh transaksi pengeluaran kas. Pada akhir perioda akuntansi bagian tertentu dari hutang jangka panjang berubah menjadi hutang jangka pendek. Untuk itu harus dilakukan penyesuaian untuk memindahkan bagian hutang jangka panjang yang jatuh tempo menjadi hutang jangka pendek.
* Timbulnya Hutang Jangka Panjang
Saat skala operasional perusahaan berkembang atau dalam membangun suatu perusahaan dibutuhkan sejumlah dana. Dana yang diperlukan untuk Investasi dalam aktiva tetap yang akan memberikan manfa’at dalam jangka panjang sebaiknya diperoleh dari hutang jangka panjang atau dengan menambah modal. Dalam hal ini perusahaan memiliki dua pilihan yaitu menarik hutang jangka panjang misalnya obligasi atau menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.
Ada beberapa kelebihan menarik hutang jangka panjang melalui obligasi dibanding menambah modal sendiri dengan mengeluarkan saham.
1. Keuntungan menarik obligasi
Pemegang obligasi tidak mempunyai hak suara dalam kebijakan perusahaan sehingga tidak mempengaruhi manajemen.
2. Bunga obligasi mungkin lebih rendah dibanding deviden yang harus dibayarkan kepada pemegang saham.
3. Bunga merupakan biaya yang dibebankan pada perusahaan yang dapat mengurangi kewajiban pajak sedangkan deviden adalah pembagian laba yang tidak dapat dibebankan sebagai biaya.
Sebaliknya juga terdapat hal yang kurang menguntungkan antara lain :
1. Bunga obligasi adalah beban tetap baik dalam keadaan perusahaan mendapat laba atau mengalami kerugian
2. Jika perusahaan tidak mampu membayar obligasi yang jatuh tempo, pemegang obligasi tetap mempunyai hak untuk menuntut pengembalian obligasi sedangkan pemegang saham tidak mempunyai hak demikian karena pemegang saham adalah pemilik perusahaan yang turut bertanggung jawab menanggung resiko kerugian perusagaan.
* Jenis Hutang Jangka Panjang
Secara garis besar hutang jangka panjang digolongkan pada dua golongan yaitu :
1. Hutang Hipotik : Hutang yang timbul berkaitan dengan perolehan dana dari pinjaman yang dijaminkan dengan harta tetap. Dalam penjanjian disebutkan harta peminjam yang dijadikan jaminan berupa tanah atau gedung. Jika peminjam tidak melunasi pada waktunya, pemberi pinjaman dapat menjual jaminan tersebut yang kemudian diperhitungkan dengan hutang.
2. Hutang Obligasi : Hutang yang timbul berkaitan dengan dana yang diperoleh melalui pengeluaran surat-surat obligasi. Pembeli obligasi disebut pemegang obligasi. Dalam surat obligasi dicantumkan nilai nominal obligasi, bunga pertahun, tanggal pelunasan obligasi dan ketentuan lain sesuai jenis obligasi tersebut.
* utang jangka pendek
Suatu kewajiban akan dikelompokkan sebagai utang jangka pendek apabila pelunasannya akan dilakukan dengan menggunakan sumber-sumber aktiva lancar atau dengan menimbulkan utang jangka pendek yang baru.
* Utang Jangka Pendek Yang Sudah Pasti
Utang jangka pendek dikatakan sudah pasti bila memenuhi dua syarat:
1. Kewajiban untuk membayar sudah pasti, artinya sudah terjadi transaksi yang menimbulkan kewajiban membayar
2. Jumlah yang harus dibayar sudah pasti.
* Yang termasuk utang jangka pendek adalah
1. Utang dagang dan utang wesel
2. Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam periode itu
3. Utang dividen
4. Uang muka dan jaminan yang dapat diminta kembali
5. Dana yang dikumpulkan untuk pihak ketiga
6. Utang biaya
7. Utang bonus
8. Utang gaji dan upah
9. Pendapatan yang diterima dimuka
* UTANG DAGANG & UTANG WESEL
• Timbul dari pembelian barang atau jasa dan dari pinjaman jangka pendek
• Pencatatan utang memperhitungkan barang yang dibeli yang masih dalam perjalanan dengan mempertimbangkan syarat pengirimannya
* Modal
Modal memiliki banyak arti yang berhubungan dalam ekonomi, finansial, dan akunting.
Dalam finansial dan akunting, modal biasanya menunjuk kepada kekayaan finansial, terutama dalam penggunaan awal atau menjaga kelanjutan bisnis. Awalnya, dianggap bahwa modal lainnya, misal modal fisik, dapat dicapai dengan uang atau modal finansial. Jadi di bawah kata “modal” berarti cara produksi.
* Tabungan
Tabungan adalah simpanan uang di Bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat
tertentu. Umumnya bank akan memberikan buku tabungan yang berisi informasi seluruh transaksi yang Anda lakukan dan kartu ATM lengkap dengan nomor pribadi (PIN).

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 30, 2011 in Uncategorized

 

Gambaran Umum Laporan Keuangan Pada Bank.

GAMBARAN UMUM LAPORAN KEUANGAN PADA BANK

Semua badan yang melaksanakan kegiatan usaha,baik karena kebutuhan perusahaan itu
sendiriuntukmemungkinkanpimpinannyadalam mengambilkeputusan-keputusanbisnisny~
dengan mudah dan dengan biaya ringan dapat memperoleh data-data keuangan yang akurat,
maupun juga dengan tujuan untuk memenuhi tuntutan dari fihak-fihak ketiga, terutama
tuntutan yang berasal dari para pemilik perusahaan dan juga yang berasal dari ketentuan-ketentuan peraturan hukum yang berlaku, menyelenggarakansistem akuntansil ‘accounting
system’ yang kadang-kadang disebut juga sistem pembukuan. Sistem akuntansi setiap
harinya merekam semua transaksi ekonomi yang diadakan oleh badan usaha bersangkutan.
Paling tidak setahun sekali, yaitu pada akhir tahun akuntansi, akumulasi data akuntansi
tersebut “disalurkan” kedalam apayang disebutneraca lajur.Denganmemasukkandata stok
pos-pos pembentuk neraca, data akuntansi yang terkumpul dalam neraca lajur tersebut
kemudian diolah dengan jalan mengklasifikasikan dan menyusunnya secara sistematik ke
dalam bentuk laporan keuangan.
Perlu kiranya dimintakan perhatian, bahwa ada perbedaan yang mendasar antara data
akuntansi ~ang membentuk pos-pos neraca dengan data akuntansi yang membentuklaporan
rugi-Iaba. Kalau data akuntansi yang membentuk neraca semuanya merupakan data stok,
yaitu karena masing-masing angka pos-posnya menunjukkan keadaan pada suatu saat
mengenai aktiva, hutang dan modal sendiri, sedangkan data akuntansi yang membentuk
laporan rugi-laba semuanya merupakan data aliran, mengingat bahwa masing-masing nilai
pos-posnya menunjukkan nilai kejadian (termasuk di dalamnya transaksi keuangan) yang
merubah nilai dan atau susunan nilai-nilai stok aktiva, hutang dan atau modal perusahaan.
Oleh karena itu unsUfwaktu yang dicantumkan pada bagian judul/’caption’ untuk neraca
selalu menunjukkan saat atau tanggal tertentu, misalnya 31 Desember 19XX, sedangkan
untuk laporan rugi-Iaba selalu menunjukkan kurun waktu (/periode)pembukuan, misalnya
tahun buku 19XX.
Bagi setiap bank keharusan menyelenggarakan pembukuan berlaku juga, selain untuk
bank swasta sebagai sebuah perseroan terbatas ataupun untuk bank koperasi sebagai sebuah
koperasi, juga keharusan tersebut timbul sebagai konsekuensi dari kenyataan bahwa bank
merupakan salah satu bentuk lembaga keuangan.
Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia) laporan keuangan meliputi neraca,perhitungan
rugi-laba,laporanperubahanposisikeuangandancatatanataslaporankeuangan.Mengingat
bahwa dari keempat unsur laporan keuangan tersebut pada umumnya laporan perubahan
posisi keuangan bisa diturunkan dari Neraca Awal, Neraca Akhir dan Lap oran Rugi-Laba,
dan catatan atas laporan keuangan pada azasnya merupakan pemandubagi pembaca laporan
keuangan dalam usaha menyelami makna dari angka-angka yang tersurat dalam setiap pos
dalam laporan keuangan, maka dapat dikatakan, bahwa dari semuanya itu, neraca dan
laporan rugi-laba,merupakan unSUf-unsurlaporan keuangan yang paling pokok.
Selanjutnya perlu kiranya dimintakan perhatian di sini, bahwa dalam uraian-uraian
selanjutnya apa yang dimaksud dengan istilah laporan keuangan, bisa neraca dan laporan
rugi-Iaba, neraca saja ataupun laporan rugi-Iaba saja.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 30, 2011 in Uncategorized

 

Komponen Laporan Keuangan Bank(Neraca,Laporan Laba Rugi,Laporan Aktiva Produktif,Laporan Komitmen & Kontigensi,Rasio Keuangan) Jelasan Masing” Komponennya Diuraikan.

GAMBARAN UMUM EVALUASI KINERJA INTERMEDIASI KEUANGAN

 Tujuan Manajemen Lembaga Keuangan secara umum:

1. Kelangsungan hidup,

2. Memaksimumkan kekayaan para pemegang saham,

3. Memaksimumkan nilai LK, &

4. Memaksimumkan keuntungan.

 

 Untuk menguji apakah suatu Manajemen LK pada periode tertentu sudah mengarah pada pencapaian tujuannya, maka diperlukan suatu evaluasi kinerjanya.   Untuk menguji kinerja lembaga keuangan, informasi yang digunakan adalah informasi keuangan pada laporan keuangan (LK) FI.  Ada berbagai macam ukuran untuk mengeva-luasi kinerja FI:

1. Analisis rasio keuangan (analisis LK), &

2. Analisis Camel (capital, aset, management, equity, and liquidity). Ukuran terakhir atas kinerja FI adalah nilai sahamnya di pasar modal (tujuan LK kedua).

 

 Tujuan analisis LK: digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan FI.

 Arti penting pengukuran kinerja FI: 

1. Manajemen membutuhkan dasar pertimbang-an (kinerja keuangan periode sebelumnya) untuk membuat keputusan di masa mendatang;

 2. Para investor membutuhkan informasi tentang kinerja FI untuk membuat keputusan investasi pada FI ybs.

 3. Pihak2 lain yang berkepentingan dengan FI membutuhkan informasi tentang kinerja FI, seperti nasabah, kreditor, pemerintah, dsb.

 4. Aktivitas merger & akuisisi dalam FI, menuntut FI yang akan melakukannya untuk mendalami tentang kinerja FI sasaran.

GAMBARAN UMUM EVALUASI KINERJA INTERMEDIASI KEUANGAN

 Metode tolok ukur untuk menentukan derajad kinerja suatu FI ada dua macam: 

1. Metode lintas waktu: RKt  RKt-1.

 2. Metode lintas seksi: RKit  RKidt.  RK = rasio keuangan.  Ada RK yang semakin tinggi, maka FI semakin sehat; ada juga RK semakin tinggi justru semakin tidak sehat.  Fokus analisis LK adalah pada bank komersial.

LAPORAN KEUANGAN BANK KOMERSIAL (1)  Dua dokumen dasar LK bank:

1. Laporan kondisi (neraca), &

2. Laporan pendapatan (laporan laba rugi).

 Neraca: LK yang menyajikan informasi keuangan atas aset2, kewajiban2, & modal ekuitas bank pada titik waktu tertentu.

Laporan laba rugi (L/R): LK yang menyajikan kategori utama pendapatan dan beban (biaya) & keuntungan atau kerugian bersih bagi suatu bank selama periode waktu tertentu. LAPORAN KEUANGAN BANK KOMERSIAL (2)  Bank juga melaporkan aktivitas di luar neraca (off-balance sheet/OBS), yang menghasilkan pendapatan (kerugian) yang dilaporkan pada laporan laba rugi.

 Dalam LK, bank diklasifikasikan menjadi dua macam:

1. Bank eceran, &

2. Bank besar.  Bank eceran: bank yang memfokuskan aktivitas2 bisnisnya pada hubungan perbankan konsumen.

(3)  Bank besar: bank yang memfokuskan aktivitas2 bisnisnya pada hubungan perbankan komersial.  Struktur neraca dinyatakan dalam persamaan: A = L + E.  Aset bank dikelompokkan menjadi empat macam: 1. Kas dan saldo lembaga depositori, 2. Sekuritas investasi,

3. Pinjaman & sewaguna usaha, &

4. Aset2 lain.

(4)  Kas & saldo dari lembaga depositori meliputi: 1. Kas di brankas, 2. Deposito di bank sentral, 3. Deposito di lembaga keuangan lain, & 4. Item kas dalam proses pengumpulan.  Sekuritas investasi meliputi: 1. Deposito yang menghasilkan bunga pada FI lain, 2. SBI, 3. Hipotek yang didukung sekuritas, & 4. Sekuritas utang & ekuitas lainnya. LAPORAN KEUANGAN BANK KOMERSIAL

(5)  Pinjaman dan sewaguna usaha meliputi:

1. Pinjaman komersial & industri,

2. Pinjaman dijami dengan real estate,

3. Pinjaman konsumen,

4. Pinjaman lain, &

5. Sewa. 

Aset2 lain meliputi:

1. Aset2 di tempat & tetap,

2. Real estate lain yang dimiliki,

3. Investasi dalam perusahaan anak yang tidak dikonsolidasi,

4. Aset2 tidak kasat mata, &

5. Lain2.

LAPORAN KEUANGAN BANK KOMERSIAL

(6)  Kewajiban bank: berisi berbagai macam tipe rekening yang bervariasi & pinjaman lain yang digunakan untuk mendanai investasi & pinjaman pada sisi aset neraca.  Kewajiban bervariasi dalam jatuh temponya, pembayaran bunga, keistimewaan menerbitkan cek, & penutupan asuransi deposito.  Kewajiban bank dikelompokkan menjadi 6 macam, yaitu:

1. Deposito inti,

2. CDs besar

3. Pinjaman likuiditas BI,

4. Persetujuan pembelian kembali,

5. Dana pinjaman lain,

6. Obligasi, &

7. Kewajiban2 lain.

(7)  Deposito inti meliputi:

1. Giro,

2. Rekening NOW,

3. MMDAs,

4. Deposito tabungan lain,

5. CDs eceran.  Ekuitas berisi saham preferen dan biasa (dicatat pada nilai pari), surplus atau tambahan modal disetor, & laba ditahan.  Item di luar neraca (OBS): aset & kewajiban bersyarat yang dapat mempengaruhi status neraca FI mendatang.

(8)  Aktivitas OBS kurang jelas & seringkali tidak nampak pada tulisan laporan keuangan karena mereka biasanya kelihatan “di bawah garis bawah”, biasanya sebagai catatan kaki untuk rekening.  Beberapa aktivitas OBS dapat melibatkan risiko yang menambah eksposur risiko semua lembaga, yang lain dapat melindung nilai atau mengurangi tingkat bunganya, kredit, & risiko kurs tukar.

(9)  Aktivitas2 OBS dikelompokkan menjadi lima kategori:

1. Komitmen2 pinjaman,

2. Kertas kredit,

3. Sekuritas2 ketika diterbitkan,

4. Penju-alan2 pinjaman, &

5. Sekuritas2 derivatif.

 Laporan L/R mengidentifikasi pendapatan & beban bunga, pendapatan bunga bersih, provisi untuk pinjaman (seperti utilitas, depresiasi, & asuransi deposito), & lain2 (beban transaksi satu waktu seperti kerugian atas penjualan RE, pinjaman, & tempat). LAPORAN KEUANGAN BANK KOMERSIAL

(10)  Hubungan langsung antara laporan L/R dan neraca: item2 pada laporan L/R ditentukan oleh aset2 & kewajiban2 neraca ber-sama2 dengan tingkat bunga pada setiap item.  Hubungan laporan L/R & neraca dapat dinyatakan dalam persamaan:  NI = rnAn – rmLm – P + NII – NIE – T.

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN MENGGUNAKAN KERANGKA KERJA ROE

(1)  Dengan analisis rasio memungkinkan manager bank mengevaluasi kinerja bank, perubahan dalam kinerjanya akhir waktu (lintas waktu), & relatif kinerjanya terhadap bank pesaingnya (lintas seksi).

 Kerangka kerja ROE dimulai dengan mengguna-kan ukuran profitabilitas, ROE, & kemudian memecahnya untuk mengidentifikasi kekuatan & kelemahan dalam kinerja bank. ROE & Komponen2-nya Pengembalian atas ekuitas (ROE) biasanya digunakan untuk mengukur profitabilitas bagi banyak perusahaan. 1. ROE = Pendapatan bersih/ Modal ekuitas total. ROE dapat dipecah menjadi komponen: ROE = Pengembalian atas aset (ROA) x Pengali ekuitas (EM) 2. ROA = Pendapatan bersih/ Aset total.  ROA dapat dipecah menjadi komponen:  ROA = Margin keuntungan (PM) x Utilisasi aset (AU) 3. PM = Pendapatan bersih/ pendapatan operasi total.  PM dapat dipecah menjadi komponen:  PM = IER + PLLR + NER + TR. 4. AU = Pendapatan operasi total/ Aset total.  AU dapat dipecah menjadi komponen:  AU = Rasio pendapatan bunga (IIR) + Rasio pendapatan nonbunga (NIIR).  IIR = Pendapatan bunga/ Aset total.  NIIR = Pendapatan nonbunga/ Aset total. RASIO KEUANGAN LAIN  Rasio-rasio lain: 1. Margin bunga bersih (NIM), 2. Spread, & 3. Efisiensi overhead (OE).  NIM = Pendapatan bunga bersih/ Aset yang menghasilkan pendapatan.  Spread = [Pendapatan bunga/ Aset yang menghasilkan pendapatan] – [Beban bunga/ Kewajiban yang menanggung bunga].  OE = Pendapatan nonbunga/ Beban nonbunga. NERACA Neraca adalah laporan keuangan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Tujuan neraca dadalah untuk menunjukan posisi keuangan sauatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada waktu di mana buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiscal atau tahun kalender, sehingga neraba sering disebut dengan Balance Sheet. a. AKTIVA Merupakan jumlah uang yang dinyatakan atas sumber-sumber ekonomi yang dimiliki sebuh perusahaan , baik uang, barang maupun hak-hak yang dapat dijamin oleh undang-undang atau pihak-pihak tertentu yang timbul dari transaksi / peristiwa damasa lalu. Aktiva terdiri dari yaitu Aktiva Lancar (Current Assets) dan Aktiva Tetap ( Fixed Asett).

1. Aktiva Lancar (Current Assets) Penggolongan aktiva/harta yang tergantung dari jangka waktu rata-rata yang diperlukan oleh aktiva yang bersangkutan untuk beralih bentuk kembali menjadi uang. Jika jangka waktunya satu tahun atau kurang dari satu tahun , maka aktiva tersebut dapat digolongkan ke dalam aktiva lancar (Current Assets). Current Assets tersebut biasanya diurutka berdasarkan tingkat kecairannya dan umunya tersusun sebagai berikut.

• Kas Jumlah uang yang tersedia baik didalam kas perusahaan maupun uang yang disimpan di dalam bank. Contoh: Check, Pos Wesel, dll • Surat Berharga Surat berharga adalah pemilikan surat-surat berharga yang bersifat sementara, sehingga setiap saat dapat di jual untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.Contoh: Saham, Obligasi, dll

• Wesel Tagih Wesel Tagih adalah janji yang diberikan seseorang berupa sebuah pernyataan kesanggupannya untuk membayar pada waktu tertentu secara tertulis. Promes tagih ini bisa dipindahkan atau diperjual belikan maupun dialihkan kepada bank untuk menambah kas pada perusahaan.

• Piutang Dagang Piutang Dagang adalah suatu tagihan-tagihan terhadap perusahaan atau pihak-pihak tertentu yang timbul akibat penjualan-penjualan barang dagang dengan kredit atau tagihan-tagihan yang disebabkan perusahaan telah memberikan jasa tertentu. Contoh: Piutang Wesel, Piutang Penghasilan, dll.

• Persediaan Barang Persediaan barang mempunyai beberapa jenis barang yang dibeli oleh perusahaan untuk dijual kembali atau diolah melalui proses produksi (persediaan bahan mentah, persediaan produk dalam proses, persediaan produk selesai). 2. Aktiva tidak lancar Aktiva yang menpunyai umur kegunaan relatip permanen atau jangka panjang (mempunyai umur ekonomis lebih dari satu tahun atau tidak habis dalam satu kali perputaran opersi perusahaan). Yang termasuk aktiva tidak lancar adalah: • Investasi jangka panjang ini dapat berupa:

(1) saham dari perusahaan lain, obligasi atau pinjaman kepada perusahaan lain;

(2) aktiva tetap yang tidak ada hubungannya dengan usaha perusahaan ataupun

(3) dalam bentuk dana-dana yang sudah mempunyai tujuan tertentu. 3. Aktiva Tetap ( Fixed Asett) Aktiva yang dibeli/dimiliki untuk kegiatan operasional perusahaan.Contoh: Bangunan, mesin,kendaraan,tanah,mebel dan perlatan, sumber-sumber alam. Dalam akuntansi, aktiva tetap di golongkan menjadi 2, yaitu: a. Aktiva Tetap Berwujud Aktiva tetap berwujud meliputi semua barang yang dimiliki perusahaan dengan tujuan untuk dipakai secara aktif dalam operasi perusahaan, dan mempunyai masa kegunaan yang relative permanen. Di dalam neraca, aktiva tetap berwujud disajikan mulai dari aktiva yang paling permanen sampai dengan aktiva yang relative kurang permanen. b. Aktiva Tetap tidak Berwujud (Intangible Fixet Asset) Aktiva tetap tidak berwujud meliputi hak-hak preferensi yang dapat dijamin oleh undang-undang, kontrak, perjanjian, dan memiliki manfaat dalam waktu relative permanen. Meliputi : Hak Cipta, Merk Dagang, Biaya Pendirian, Lisensi, Goodwill Dsb.

LAPORAN LABA RUGI (Inggris:Income Statement atau Profit and Loss Statement) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansiyang menjabarkan unsur-unsur pendapatan dan beban perusahaan sehingga menghasilkan suatu laba (atau rugi) bersih. Iktisar pengaru-pengaruh financial dari usaha-usaha perusahaan yang menguntukan atau merugikan selama jangka waktu tertentu. LAPORAN PERUBAHAN MODAL suatu bentuk laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai perubahan yang tejadi pada modal suatu perusahaan untuk satu periode akuntansi tertentu Komitmen bank adalah suatu ikatan atau kontrak atau berupa janji yang tidak dapat dibatalkan (irrevocable) secara sepihak oleh bank baik dalam rupiah maupun valuta asing, Komitmen disajikan dalam laporan komitmen dan kontijensi tanpa pos lawan. Tagihan komitmen antara lain : fasilitas pinjaman yang diterima dari pihak lain yang belum ditarik posisi pembelian valuta asing dll. Kewajiban komitmen antara lain : fasilitas kredit kepada bank lain yang belum ditarik fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik posisi pembelian valuta asing dll. – Komitmen Tagihan Komitmen tagihan adalah komitmen yang menjadi hak bank untuk menguasai/mendapatkan apa yang tertuang dalam kontrak/perjanjian. Kewajiban Komitmen Fasilitas kredit yang diberikan kadang tidak langsung dicairkan setelah kredit disetujui dengan limit tertentu. Selama belum dicairkan, kewajiban nasabah harus dicatat bank dengan nilai yang tepat sebagai dasar pengelolaan dana dan likuiditasnya yang harus disediakan kepada nasabah jika dicairkan. Sebagai komitmen bank mencatat dalam rekening administratif tanpa nilai lawan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 30, 2011 in Uncategorized

 

TENTANG BANK

NAMA : OKY ARIEF WICAKSONO
KELAS : 3 db 07
NPM : 31108490
Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote.Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang. Sedangkan menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 Wikisource-logo.svg tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Industri perbankan telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir.Industri ini menjadi lebih kompetitif karena deregulasi peraturan. Saat ini, bank memiliki fleksibilitas pada layanan yang mereka tawarkan, lokasi tempat mereka beroperasi, dan tarif yang mereka bayar untuk simpanan deposan.Menurut UU RI No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana,menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya.Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupaka kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito. Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat.Kegiatan menghimpun dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat.Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut.

Fungsi dan Peranan Bank
Fungsi-fungsi bank umum yang diuraikan di bawah ini menujukkan betapa pentingnya keberadaan bank umum dalam perekonomian modern, yaitu :

1. Penciptaan uang

Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring). Kemampuan bank umum menciptakan uang giral menyebabkan possisi dan fungsinya dalam pelaksanaan kebijakan moneter. Bank sentral dapat mengurangi atau menambah jumlah uang yang beredar dengan cara mempengaruhi kemampuan bank umum menciptakan uang giral.

2. Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran

Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran. Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai, kredit, fasilitas-fasilitas pembayaran yang mudah dan nyaman, seperti kartu plastik dan sistem pembayaran elektronik.

3. Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat

Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan dengan itu. Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya. Dana-dana simpanan yang berhasil dihimpun akan disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, utamanya melalui penyaluran kredit.

4. Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional

Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi modal. Kesulitan-kesulitan transaksi antara dua pihak yang berbeda negara selalu muncul karena perbedaan geografis, jarak, budaya dan sistem moneter masing-masing negara. Kehadiran bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan memudahkan penyelesaian transaksi-transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum, kepentingan pihak-pihak yang melakukan transaksi internasional dapat ditangani dengan lebih mudah, cepat, dan murah.

5. Penyimpanan Barang-Barang Berharga

Penyimpanan barang-barang berharga adalah satu satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat menyimpan barang-barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe deposit box). Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan sekuritas atau surat-surat berharga.

6. Pemberian Jasa-Jasa Lainnya

Di Indonesia pemberian jasa-jasa lainnya oleh bank umum juga semakin banyak dan luas. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon membeli pulsa telepon seluler, mengirim uang melalui atm, membayar gaji pegawai dengan menggunakan jasa-jasa bank.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 16, 2011 in Uncategorized

 

Penerapan Aplikasi Siklus Produksi Dan Keuangan Pada Software Aplikasi myob

1. Aplikasi siklus pendapatan dan pengeluaran. Aplikasi siklus pendapatan -Siklus pendapatan memproses transaksi akuntansi yang mencatat empat peristiwa ekonomi : permintaan barang dan jasa oleh pelanggan, pengiriman barang atau jasanya, permintaan pembayaran, dan tanda terima pembayaran.

-Pada siklus pendapatan, sistem yang terkomputerisasi menggunakan empat sistem aplikasi :

§ Aplikasi entri pesanan.

§ Aplikasi Pengiriman.

§ Aplikasi pengajuan rekening.

§ Aplikasi tanda terima kas.

-Aplikasi siklus pengeluaran –

Siklus ini memproses transaksi yang menggambarkan peristiwa ekonomi berikut : permintaan barang, penerimaan barang, mencatat kewajiban untuk membayar barang, dan membayar untuk barang itu.

-Pada siklus ini, sistem akuntansi yang didasarkan pada komputer menggunakan empat aplikasi :

§ Aplikasi pembelian.

§ Aplikasi penerimaan.

§ Aplikasi surat bukti.

§ Aplikasi disbursemen kas.

 

2. Aplikasi Siklus Produksi dan Keuangan.

-Aplikasi siklus produksi

-Ada empat aktivitas dasar dalam siklus produksi :

§ Perancangan Produk

§ Perencanaan dan Penjadwalan

§ Operasi Produksi

§ Akuntansi Biaya

-Aplikasi siklus keuangan

-Siklus ini memproses dua kejadian ekonomi, perolehan kapital dan penggunaan kapital untuk memperoleh pemilikan.

-Sistem aplikasi dalam siklus keuangan yaitu :

§ sistem pemilikan.

§ sistem catatan jurnal.

§ Sistem pelaporan keuangan.

 

3. Pengembangan Sistem

-Siklus hidup pengembangan sistem

-Komponen pengembangan sistem meliputi :

§ Perencanaan sistem

§ Analisis sistem

§ Pemeriksaan terhadap sistem infromasi yang ada dan lingkungannya untuk mengidentifikasi perbaikan.

§ Perancangan sistem

§ Menterjemahkan rekomendasi yang dibuat dalam analisis sistem menjadi satu bentuk yang dapat dilaksanakan.

§ Pelaksanaan sistem

§ Pengoperasian sistem

 

4. -Standar Dokumentasi

-Dokumentasi Organisasi

§ Bagan organisasi

§ Bagan perkiraan

§ Anggaran belanja departemen

-Dokumentasi Individual

§ Deskripsi pekerjaan

§ Pedoman prosedur

§ Standar prestasi

§ Instruksi pengoperasian komputer

-Dokumentasi Pemrosesan

§ Bagan aliran

§ Contoh bentuk

§ Contoh laporan

-Teknologi dan Praktek Pengembangan Sistem

-Analisa Sistem Terstruktur dan Rancangan

-Teknik analisis terstruktur lebih mengandalkan pada penggunaan diagram aliran data daripada bagan aliran. Teknik perencanaan terstruktur mengembangkan program komputer sebagai hirarki modul atas bawah.

-Alat CASE -CASE adalah alat keahlian teknik perangkat lunak yang dibantu dengan komputer, yang mengotomatisasi banyak proses yang diperlukan selama pengembangan sistem.

 

5. -Perencanaan dan pengorganisasian

-proyek sistem

-Para akuntan perlu mengetahui tentang proses ini karena dua alasan :

§ Mereka berpartisipasi dalam tim proyek yang mendesain sistem akuntansi. § Para auditor memeriksa dan memberikan saran bagi sistem baru sebelum sistem itu dilaksanakan.

-Suatu sistem dikatakan sukses apabila dapat mencapai empat tujuan berikut :

§ Menghasilkan informasi yang benar dan tepat waktu, dengan cara memiliki kontrol internal yangmemadai dan memilih metode pemrosesan yang disesuaikan dengan kebutuhan pemakai.

§ Selesai dalam jangka waktu yang masuk akal bagi pengembang. Hal ini dapat dicapai dengan : menentukan ruang lingkup sistem secara tepat dan menggunakan teknik manajemen proyek.

§ Harus memenuhi kebutuhan organisasi akan informasi.

§ Pemakai harus merasa puas atas sistem tersebut.

SIKLUS PENDAPATAN Tujuan sistem pendapatan :

1. Menyelidiki kemampuan pembeli membayar kreditnya

2. Mengirim barang atau mengerjakan jasa ke pembeli

3. Menagih hasil penjualan dengan teliti dan tepat waktu

4. Mencatat dan mengklasifikasi dengan teliti dan segera

5. Membukukan penjualan dan penerimaan kas dg benar

6. Melindungi barang dan kas sampai saat dikirim atau dideposit

7. Menyiapkan berbagai dokumen dan laporan yang berhubungan dengan penjualan barang dan jasa.

Fungsi siklus pendapatan meliputi :

1. Mendapatkan pesanan dari pembeli

2. Memeriksa status kredit pembeli

3. Mencatat dan memproses data penjualan

4. Merangkai atau membuat barang yang akan dikirim

5. Mengirim barang

6. Menagih konsumen

7. Menerima pembayaran dan menyimpannya ke bank

8. Menyelenggarakan catatan piutang dagang

9. Memindah bukukan transaksi ke buku besar

10. Menyusun laporan keuangan dan laporan lain yang diperlukan Dalam transaksi tunai, bagian dan sistem yang terlibat adalah pramuniaga, pencatat, persediaan, gudang, pengiriman dan dalam beberapa keadaan (misalnya penjualan meliputi jumlah besar) meliputi pula pemasok. Dalam transaksi kredit, akan melibatkan pula bagian kredit. Dalam organisasi yang cukup besar, masing-masing mempunyai sistem informasi sendiri. Dokumen yang diperlukan sebagai masukan siklus pendapatan sebagian berasal dari pembeli. Dokumen dimaksud meliputi: sales order, shipping order, credit/debit memo, invoice, bill of lading, shipping report, dll. Perusahaan yang masih menyelenggarakan sistemnya secara manual, dokumen sumbernya adalah:

• Formulir pesanan penjualan (sales order): Formulir pesanan penjualan juga dapat dijadikan dokumen pengiriman, karena memang dapat dipakai sebagai otorisasi untuk mengirim barang. Bahkan menjadi dokumen penagihan.

• Formulir permintaan barang (sales order): dibuat oleh bagian penjualan, meminta bagian gudang untuk mengeluarkaan barang.

• Daftar pengiriman barang (packing list) : Dokumen ini menyertai barang yang dikirim.

• Dokumen pengangkutan (bill of lading): Dokumen ini merupakan bukti pengiriman barang melalui pihak ketiga (biro pengangkutan barang).

MYOB Accounting Software adalah software akuntansi yang sangat mudah digunakan. MYOB Accounting Software dapat membantu menghemat waktu dalam mengelola dan menjalankan pembukuan, mengelola data barang dagangan serta dapat mendesign accounting process sesuai dengan kehendak user sehingga lebih mudah digunakan ketika mencari informasi. Secara teknis, sistem MYOB mempunyai berbagai keunggulan dibandingkan dengan software sejenis, terutama dalam penggunaan yang relatif mudah dan dapat dikuasai dalam waktu singkat. Aplikasi ini sangat cocok diterapkan pada perusahaan menengah kebawah, untuk perusahaan besar rasanya tidak memadai, karena biasanya perusahaan besar jumlah transaksinya sangat komplek sehingga biasanya mempunyai program yang dirancang sendiri sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebut.

Kegunaan MYOB dlm kegiatan administrasi perusahaan :

* Alat bantu orang – orang untuk menyelesaikan pekerjaan akuntansi

* Menghemat waktu dalam mengelola dan menjalankan pembukuan

* Mengerti lebih dalam bisnis

* Membantu dalam proses penjualan dan pembelian, track piutang dagang (receivable), hutang dagang (payables) and pajak (GST), serta email your quotes dan invoice.

* Mengelola barang dagangan

* Untuk memenuhi kebutuhan akuntansi perusahaan Peranan MYOB dalam siklus akuntansi perusahaan jasa

* Sebagai alat komunikasi untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam proses implementasi dalam pengoperasian MYOB

* Sebagai alat untuk mempermudahkan kita untuk mencatat transaksi dalam perusahaan jasa .

Modul yang dimiliki MYOB :

* Account digunakan untuk pengelolaan account-account perusahaan baik account rugi/laba maupun account neraca, pencatatan jurnal umum transaksi, dan pengelolaan budget perusahaan

* Banking digunakan untuk mencatat pengeluaran dan penerimaan uang perusahaan yang tidak terkait dengan kegiatan pembelian dan penjualan

* Sales digunakan untuk memaintain transaksi yang berkaitan dengan penjualan yang dilakukan perusahaan

* Time Billing digunakan untuk mengelola kegiatan penjualan yang berkaitan dengan waktu * Pembelian digunakan untuk memaintain transaksi yang berkaitan dengan pembelian yang dilakukan perusahaan

* Modul persediaan digunakan untuk mengelola informasi mengenai item persediaan seperti jenis barang, informasi pembeliannya, informasi penjualannya, informasi asal barang, informasi lainnya yang berkaitan dengan persediaan, serta untuk mengelola perpindahan persediaan dari lokasi yang satu ke lokasi yang lainnya

* Card File digunakan untuk mengelola informasi yang berkaitan dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan perusahaan seperti supplier, vendor, karyawan maupun personal.

Keuntunggan menggunakan MYOB :

1. Kemudahan penggunaannya, artinya pengguna dapat mempergunakannya walaupun yang bersangkutan tidak memiliki latar belakang pembukuan sama sekali

2. Accounting Power, sehingga pengelolaan informasi dengan menggunakan software ini cukup dapat diandalkan

3. Feature Job dan Category yang dapat digunakan untuk pengelolaan proyek serta

4. Departmentalisasi

5. Proses instalasi dan maintenance yang murah

6. Tenaga kerja yang paham MYOB cukup banyak

7. Dapat digunakan untuk memantau 3 tahun periode pembukuan

8. Nilai investasi yang relatif murah

9. Jangka waktu implementasi yang relatif cepat

 

Kelemahan MYOB :

1. Database MYOB merupakan database yang dikunci, pengguna tidak dapat melakukan modifikasi laporan, modifikasi field, sehingga customization apabila diperlukan relatif sulit

2. MYOB merupakan software buatan luar negeri sehingga tidak ada fitur perpajakan didalamnya

3. Tidak ada module fixed assets, sehingga apabila perusahaan memerlukan modul

4. Untuk mengelola assets yang dimiliki maka tidak dapat dipenuhi

5. Kelemahan Multi Warehouse yang mengakibatkan pengelolaan atas barang konsinyasi relatif sulit dikelola di dalam MYOB

6. Tidak dapat digunakan untuk mengelola perusahaan dengan multi company, artinya laporan konsolidasi tidak dapat diharapkan dapat dibuat dengan menggunakan MYOB

 

Keunggulan MYOB Accounting :

* Mudah digunakan (user friendly), karena mudah dimengerti oleh orang yang tidak mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang komputer dan akuntansi serta sangat mudah dioperasikan dan dapat diterapkan pada berbagai jenis usaha

* Pembuatan laporan keuangan secara otomatis, lengkap dan akurat. Terdiri dari berbagai jenis laporan keuangan dibuat secara otomatis, meliputi : neraca saldo, neraca, laporan laba rugi, laporan pembelian dan penjualan, daftar umur piutang, jurnal transaksi, persediaan barang dan sebagainya sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan

* Kemampuan menampilkan data secara cepat dan mudah, dilengkapi dengan fasilitas untuk menampilkan data secara cepat dan mudah pada layar komputer atau dicetak ke printer

* Laporan keuangan komparasi, menyajikan laporan keuangan komparasi baik neraca, laporan laba rugi maupun penjualan dengan data historis bulan lalu atau tahun sebelumnya

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 12, 2011 in Uncategorized

 

INFRASTRUKTUR E-BUSSINESS

Kemajuan teknologi komunikasi dan jaringan, terutama internet, menyediakan inrastruktur yang dibutuhkan untuk e-business. Bagian ini memberikan pengantar atas gambaran umum konsep jaringan dan mendiskusikan isu-isu strategis yang berkaitan dengan metode-metode alternatif yang dapat dipergunakan organisasi dalam mengimplementasikan e-business.

Jenis-jenis Jaringan

Jaringan telekomunikasi dibanyak perusahaan dipergunakan untuk melakukan e-commers dan mengelola operasi internal yang terdiri dari beberapa komponen, yaitu:
1. Local Area Network (LAN)
2. Wide Area Network (WAN)
3. Value-added Network dan
4. Internet

Software Komunikasi

Software komunikasi mengelola aliran data melalui suatu jaringan. Software komunikasi didesain untuk bekerja dengan berbagai jenis peraturan dan prosedur untuk pertukaran data. Software ini melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut:

  1. Pengendalian akses

Software ini berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan hubungan antar-berbagai peralatan; secara otomatis memutar dan menjawab telepon; membatasi akses hanya pada para pemakai yang berwenang; serta membuat parameter seperti: kecepatan, mode, dan arah pengiriman.

  1. Pengelolaan jaringan

Pada software ini berfungsi untuk mengumpulkan data untuk memeriksa kesiapan peralatan jaringan untuk mengirim atau menerima data; membuat aturan antri untuk masukan dan keluaran; menetapkan prioritas dalam sistem,mengirimkan pesan; dan mencatat aktivita, penggunaan, dan kesalahan dalam jaringan.

  1. Pengiriman data dan file

Software ini berfungsi untuk mengontrol pengiriman data, file dan pesan-pesan diantara berbagai peralatan.

  1. Pendeteksi dan pengendalian atas kesalahan

Software ini berfungsi untuk memastikan bahwa data yang dikirim benar-benar merupakan data yang diterima.

  1. Keamanan data

Software ini berfungsi untuk melindungi data selama pengiriman dari akses pihak yang tidak berwenang.

PILIHAN KONFIGURASI JARINGAN


Konfigurasi LAN
Konfigurasi LAN mempunyai tiga ciri dasar, yaitu: konfigurasi bintang, konfigurasi cincin, dan konfigurasi.

  1. Konfigurasi Bintang

Dalam konfigurasi bintang, setiap peralatan secara langsungb terhubung dengan server pusat. Seluruh komunikasi antara peralatan dikendalikan dan dikirim melalui serverv pusat. Biasanya, server akan mengumpulkan data setiap peralatan untuk melihat apakah peralatantersebut ingin mengirim pesan. Konfigurasi bintang adalah cara termahal untuk membangun LAN karena membutuhkan banyak sekali kabel untuk menghubungkannya. Akan tetapi, keunggulan utamanya adalah apabila salah satu titik sedang gagal (down), kinerja jaringan yang lain atau jaringan selebihnya tidak terganggu.

  1. Konfigurasi Cincin

Pada konfigurasi cincin, setiap titik secara langsung terhubung dengan dua titik lainnya. Ketika sebuah pesan melalui cincin tersebut, setiap titik akan memeriksa judul paket untuk menetapkan apakah data tersebut ditujukan bagi titik berkaitatau tidak. LAN yang dikonfigurasikan cincin mempergunakan software yang disebut dengan token. Token ini berfungsi sebagai untuk mengendalikan aliran data dan untuk mencegah tabrakan. Token secara terus-menerus beroperasi disepanjang cincin. Jadi, titik-titik lainnya harus menunggu hingga pesan yang dikirim sampai pada tujuannya dan token tersebut bebas kembali, sebelum mereka dapat mengirim data. Apabila hubungan dalam cincin rusak, jaringan tersebut dapat berfungsi, walaupun lebih pelan, dengan cara mengirimkan seluruh pesan ke arah yang berbeda.

  1. Konfigurasi BUS

Didalam konfigurasi BUS, setiap peralatan dihubungkan dengan saluran utama, atau yang disebut BUS. Pengendali komunikasi didesentralisasi melalui jaringan BUS. Konfigurasi BUS mudah untuk diperluas dan lebih murah untuk dibuat daripada konfigurasi bintang. Akan tatapi, kinerjanya akan menurun apabila jumlah titik yang dihubungkan meningkat.

 

daftar pustaka

http://datakuliah.blogspot.com/2010/01/infrastruktur-untuk-e-business-dan.html

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Oktober 29, 2010 in Uncategorized